Friday, May 20, 2016

Untitled

Alangkah aneh metode cinta, entah ini sudah dirancang atau sebuah kebetulan.
Semuanya natural, tanpa pertanyaan yang biasa diakhiri tanda tanya dan menyelipkan kata kenapa?

Terkadang kita bingung dan tersesat ditengah arus penguasa perasaan.
Andai saja, tidak ada tipu menipu yang mengibuli diri.
Padahal alasan penyangga nya adalah gengsi juga takut.

Apakah iya, pikiranmu sibuk mengartikan maksud?
Lalu kenapa membuka jalan saja banyak berprasangka?
Apa karena aku sudah lebih dulu menggigil?

Sudahlah, tidak perlu mengulang-ngulang dan mengartikan kata.
Kalimat ini akan berakhir jika kamu memutuskan pergi.
Sampai-sampai kita tidak sadar, kalau kita terlalu lama mengubur keegoisan; sampai kita kehilangan cinta.
Sebab jika sudah hilang, sebaik-baiknya rindu adalah rindu yang saling keras kepala.







aku rindu kamu segila-gilanya.

Saturday, May 14, 2016

Mungkin?

Jangan pernah mencintai seseorang yang masih terikat masa lalu.


Mungkin dia mencoba, tapi dia tidak benar-benar melakukan nya.

Mungkin dia bersamamu, tapi jiwa dan pikiran nya tertinggal dimasa lalu

Mungkin dia menghindar, tapi dia tidak melarikan diri.

Mungkin dia tidak peduli, tapi dia menyakiti diri sendiri.

Mungkin dia tidak mau tahu, tapi dia diam-diam sibuk mencari informasi.

Atau, mungkin dia memang ingin bersama kamu, tapi urusan nya masih belum terkendali.




Sebab jika ia benar mencintai, dia sudah menyudahi nya sedari awal.

Monday, August 10, 2015

Persembahan


Ku persembahkan untukmu;
Rasa berdosa,
Setangkup do'a,
Seikat puisi,
Dan, salam rindu..

Hatiku bilang aku kehilangan.
Tapi logika mengisyaratkan agar hati jangan dulu berdarah.
Akalku berbalik, "bagaimana dengan kamu, dulu?"
Rasa berdosa kerap kali menghantuiku.
Bagaimana bisa aku membuat perih kamu, hanya karena terlena oleh fana?

Namun diantara kita, ada yang lebih memilih melakukan penyangkalan.
Demi menghindari rasa takut atas kebenaran yang sangat pahit.
Malam merambat hening, aku ingin menghadirkan lagi sesosok kamu dalam ingatan; Nyata.

Sebab aku tak mampu membuatmu bahagia.
Izinkan aku untuk selalu menemanimu bagaimanapun keadaannya.
Kalimat ini tercipta dari kesedihan yang terlalu.
Tentang kecemasan dan haru yang mendukung.

Saturday, December 6, 2014

Ya, kan?

Kalaupun dia tidak tahu aku merindukannya.
Atau, kalaupun dia tidak tahu banyak waktu yang kuhabiskan untuk memikirkan nya.
Tapi setidaknya, dia tahu mataku selalu awas untuk dia.

Walaupun semua terasa berbeda, berkebalikan dan asing.
Maka itu tetap cinta, tidak berkurang sebulir pun perasaan nya.

Justru pikiran ini beradu memaksa ingin bilang, ingin mengulang, ingin kembali seperti biasanya.
Perasaan ini malah berotasi menjadi keegoisan yang mengalahkan keberanian membuka percakapan.
Bahkan menjadi keinginan yang terus tidak terkendali saja.

Duniaku berubah sekarang.
Ada rasanya yang sudah gak pas lagi.
Entah aku yang berubah, lingkungan ku yang berubah, atau dua-duanya.

Mungkin memang harus begini.
Mungkin memang ini jalan nya.
Meski semua terlihat baik-baik saja, aku sering merasa tersesat.
Semoga ada cahaya, petunjuk jalan, yang bisa membuatku keluar dari sini.

Aku hanya diberi 2 pilihan; diam dan bersabar.
Jika memang dipersatukan, akan selalu ada cara untuk didekatkan.
Jika tidak, tidak ada yang namanya "mantan teman", bukan?

Saturday, November 8, 2014

Bagaimana rasanya menjadi asing?


Bagaimana rasanya menjadi asing?

Saat semua yang biasa aku lakukan terasa begitu berkebalikan, 360 derajat.

Menyebut namanya?
Rasanya tak sanggup, apalagi jika disuruh menatap matanya.

Bagaimana rasanya saat dulu membuka profil berbagai akun pribadimu adalah salah satu rutinitasku, sementara sekarang berubah begitu berbeda untuk click membuka akun profile nya saja tak mampu, karena takut membuka bacaan yang membuat mata perih.

Bagaimana rasanya menjadi asing, sayang?

Kamu yang begitu akrab dipikiran, sengaja ku usir jauh-jauh, memaksa hati ini untuk membenci semua tentang kamu yang padahal dulu sangat aku cintai biografinya.

Bagaimana rasanya mengubah suatu kebiasaan?

Kamu yang selalu aku jadikan pintu penyangga duniaku, kini bahkan hanya menjadi bagian dari sepenggal kebahagiaan fana.
Kamu yang selalu menjadi alasan ku tertawa dan ingin cepat membuka pagi, kini hilang ditelan klise nan nyata.

Berganti kamu yang sekedar melintas dipikiran akan membuat lukaku kembali berdarah.

Hal yang sangat ku takuti ialah, menahan rindu yang menggebu sementara tak bisa berbuat apa-apa bahkan untuk memperbaiki keadaan.

Sahabatku kini air mata, ia selalu menemani disetiap tetes-tetesnya, setia membasahi pelupuk mata jika aku sakit teringat kamu. Ku bayar dengan menangis sekeras-kerasnya.

Sebab sebelum kita sejauh matahari, kita pernah sedekat nadi — sayang.

Friday, November 7, 2014

Sanggupkah?

Dipikiran ini, berjuta kata berputar tak beraturan.
Meski "kita" tak lagi sebagai kalimat penyangga.
Ada "kau" dan "aku" sebagai penawarnya.
Dan "kau" masih menjadi tema yang selalu ingin kutuliskan.

Biarkan siang dan malam berotasi.
Biarkan musim-musim berganti.
Biarkan pula cuaca pergi.
Hingga aku dan kau tahu seberapa kalimat yang kita lupa baca.

Perlahan menjadi usang dan menjadi debu lalu menghilang.
Merasa belum cukup adalah caraku untuk menyiksa diri.
Luka tak akan pernah lepas karena aku masih memeluknya.
Karena bagian paling tersulit ialah sepakat dengan kenyataan.

Kucantumkan selalu namamu berulangkali, dalam setiap doa dan pengharapan bahagia.
Sementara waktu, ku belajar memulai hari tanpa mencintaimu dengan utuh.
Kelak, mungkin akan lebih lama atau bahkan selamanya.
Kutitipkan salam rindu, karena aku akan sibuk mencari kebahagiaan baru.



                                                                                          Dhirachameleon

Sunday, November 2, 2014

Lepaskan lah..


Ada saat dimana kita takut kehilangan, takut untuk melepaskan dia yang kita cinta, tetapi ada pula saat dimana kita harus berhenti mencintai dia bukan karena kita tidak mencintai nya lagi, namun karena kita menyadari bahwa dia akan lebih berbahagia apabila kita merelakan dia pergi.

Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kebahagiaan kita tergantung dari keberadaan yang didekat kita.

Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kita takut kita tidak akan pernah menemukan orang  sesempurna dia.

Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kita menilai dia ganteng dia cantik dia memiliki kelebihan dibandingi orang lain.

Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika mengingat begitu banyak kenangan indah yang sudah kita lalui.

Kita tidak mau kehilangan seseorang saat dalam hati kita berkata 'aku gak bisa, aku sangat mencintai dia dan kalian gak tau apa yang aku rasain'

Tapi sadarkah kita bahwa merelakan dia pergi bukanlah akhir dari segalanya melainkan awal dari sebuah kisah yang baru.

Kita harus melepas dia pergi, karena kebahagiaan kita adalah kita yang menentukan sendiri dan bukan tergantung dari orang lain.

Kita harus melepaskan dia pergi karena saat Tuhan mengambil dia pergi maka Tuhan juga telah menyiapkan hal yang lebih indah untuk kita.

Kita harus melepaskan dia pergi karena yang sempurna belum tentu yang baik untuk kita.

Kita harus melepaskan dia pergi karena kenangan-kenagan indah itu hanya masalalu.

Kita harus melepaskan dia pergi karena hati yang lain berkata 'aku ini manusia bodoh, tidak ada lagi alasan  untuk bertahan'

Kehilangan sesuatu memang berat namun kehilangan sesuatu bukan berarti kita tidak mencapai apa-apa. Kita telah memahami sesuatu karena ada saat mempertahankan ada saat melepas dan ada saat dimana kita harus kehilangan.
© Come as you are!
Maira Gall