Sunday, October 26, 2014

People leave all the time.


Ada pertanyaan yang belum kau jawab dari sederet pertanyaan "kenapa" dari mulutku.
Entah kau tidak punya jawaban nya, entah untuk apa jika dijawab atau entah jika dijawab hanya akan menyayat hatiku.
Hanya kamu yang tidak ada daya untuk mengeluarkan kata-kata.
Terkekang dalam cerita yang selalu menjadi misteri.

Kata-kata yang selalu ku tunggu.
Ketika aku meletakkan beban ku tepat dipundak mu.
"Tidak! Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku tidak menyayangi kamu."
Ya, itu kata manis terakhir yang ku dengar dari mulutmu.

Entah itu tulus, entah itu hanya alunan syahdumu.
Agar menjagaku dari setiap kegelisahan yang selalu menghantuimu.
Ku saksikan dengan tatapan penuh harap.
Namun tak ada kesempatan lagi untuk membawanya menjadi nyata.

"Kamu bisa tanpaku, kamu bisa lihat bahwa aku tidak meninggalkanmu. Aku masih disini, bersama kamu."
Air muka ku berubah.
Mataku mulai berkaca-kaca.
Sibuk mencerna apa yang barusan kau katakan.

Kau bersama ku, namun jiwa dan pikiranmu tak lagi denganku.
Itulah yang membuatku selalu merindukanmu.
Kamu tak bisa lagi ku rangkul.
Bahasa detakmu kupelajari saat kita berpeluk.

Bukan lagi cinta yang sedang kita bahas, namun perpisahan yang selalu berakhir air mata.
Siapa yang ingin berpisah?
Malas rasanya untuk terlibat.
Karena tak lagi ada "kita" disetiap kalimat.

Perlahan pasti ku tahu jawaban dari semua ini.
Menerima dan menjalani itulah kunci dari semua.
Tanpa kau berucap aku pahami.
Namun tetap ku tak percaya diri.

Sore itu, langkahku bercerita namun bisu.
Saat raga menapak tanah, serasa tak berjiwa.
Masih ku ingat, intonasi suaramu.
Aku juga ingat senyum terakhirmu.

Untuk apa ku menebar aksaraku?
Matamu tak lagi awas untuk ku.
Jelas kamu alasan disetiap rutinitasku.
Percayaku pada waktu, dia yang baru akan bergerak menuju aku.

                                                                                           Dhirachameleon

No comments

Post a Comment

© Come as you are!
Maira Gall