Cuma kamu, yang melahap bagian makanan yang tidak aku sukai.
Cuma kamu, yang selalu punya khas intonasi bernyanyi.
Cuma kamu, alunan syahdu yang selalu menjadi favoriteku.
Cuma kamu, sepenggal kalimat yang selalu ku tunggu dilayar handphone ku.
Cuma kamu, yang mampu membuatku lupa oleh waktu.
Cuma kamu, alasanku tidak ingin mengakhiri malam.
Cuma kamu, alasanku tak ingin melirik ke objek lain.
Cuma kamu, cakrawalaku.
Karena memang cuma kamu, yang selalu punya cara membuat garisan baru disenyumanku.
Ya, masih kamu, dan akan selalu kamu.
No comments
Post a Comment